Harga Naik?
Seperti yang bapak dan ibu sekalian ketahui, saya dan istri dengan rendah hati hanya mengumpulkan die cast ber-merk Tomica a.k.a Tomy a.k.a Takara Tomy. Satu dan lain hal menjadi alasannya, dan ini beberapa di antaranya:
1. Jelas karena koleksi saya di mulai dari Tomy Suzuki Skywave reguler no 104. Kenapa? Karena saya sehari-hari memang menunggangi Suzuki Skywave. Walau Skywave versi Tomy adalah Skywave versi Maxi Scooter a.k.a Burgman tapi yang penting namanya masih sama-sama Skywave.
2. Di bandingkan koleksi action figure baik dari ukuran dan harga, die cast relatif lebih terjangkau. Bayangkan action figure yang paling murah pun sudah berharga sekitar 150 – 200 ribu. Die cast cukup di tebus dengan harga antara 30 – 50 ribu sebiji-nya. Hemat tempat dan hemat biaya dua nol untuk die cast.
3. Kebanyakan die cast di buat berdasarkan benda aslinya yang nyata dipakai sehari-hari dan banyak yang beredar di Indonesia. Sementara mainan lain relatif lebih bersifat khayali.
4. Jika di tilik ke masa silam kami sudah punya kenangan masa kecil mengkoleksi die cast di bandingkan mainan lain yang belum eksis pada masa lalu.
Selain itu meski dalam kategori die cast tomica terbilang mahal untuk ukurannya, namun kualitas yang diperoleh rasanya sebanding dengan harganya. Memang di banding die cast lain fitur dan build quality Tomica terbilang baik. Lagi pula mengkoleksi tomica reguler yang di bungkus dalam kotak memudahkan kita untuk mengeluarkan dan memajangnya bila perlu dan menyimpannya kembali dalam dus agar aman selalu.
Sementara berbagai alasan dan keuntungan unik tersebut tidak saya dapatkan apabila mengkoleksi die cast lain yang rata-rata menggunakan blister pack. Itulah sebabnya koleksi die cast kami diluar merek Tomica terbilang jarang. Bukan saja karena merepotkan harus merusak blister packnya tetapi juga karena build qualitynya rata-rata tidak sebaik Tomica. Begitu pula nilainya masih kalah di banding Tomica.
Maka umumnya kami melewatkan saja tumpukan Hot Wheels dan match Box yang di pajang di rak-rak toko mainan kecuali dalam keadaan iseng tertentu. Untuk itu berita kenaikan harga bandrol Hot Wheels dan Match Box yang bermula dari milis tomoci dan akhirnya menjadi nyata pada hari ini karena kita saksikan sendiri di toko mainan dekat rumah, mengherankan kami. Apa kira-kira alasannya kali ini?
Di banding Tomica memang HW dan MB lebih banyak dan distribusinya menembus hingga ke toko-toko kecil di sekitar rumah. Karena itu tidak heran jika dikalangan orang awam dunia die cast, HW dan MB lebih populer. Selama ini kami menganggapnya wajar karena harganya memang murah. Apabila Tomica rata-rata di bandrol seharga 30 – 50 ribu rupiah maka HW dan MB memang pantas di bandrol 19.900 berdasarkan berbagai alasan di atas.
Namun hal ini akan menjadi berbeda ketika HW dan MB menggunakan harga barunya per 1 Juni ini. Jika menggunakan harga lama selisih antara HW dan MB dengan tomica berkisar 17 ribu rupiah (36.900 HET Tomica – 19.900 HET HW & MB) maka dengan harga baru yang berkisar antara 21.900 – 24.900 selisih dengan Tomica menjadi antara 15 ribu – 12 ribu rupiah, atau naik antara 2 – 5 ribu rupiah.
Sepintas tidak ada yang salah dengan harga ini, hanya saja mari kita lihat kenyataan di pasar. Di banyak tempat jumlah stock Tomica biasanya lebih sedikit di banding HW dan MB apabila Tomica umumnya hanya menempati satu rak, HW dan MB menempati dua rak. Tetapi stok Tomica umumnya lebih cepat habis di banding HW dan MB. Itu artinya HW dan MB yang menumpuk sebagai stok lebih banyak di banding Tomica. Apalagi mengingat praktek simpan menyimpan stok barang yang umum dilakukan oleh SPB dan SPG terhadap HW dan MB sudah menjadi rahasia umum. Sehingga tindakan menaikan bandrol HW dan MB apabila tidak dibarengi dengan naiknya bandrol Tomica adalah tindakan berbahaya. Karena akan makin banyak menyisakan stok HW dan MB menumpuk di rak yang akhirnya akan mengurangi ‘likuditas’ produk yang bersangkutan di pasaran.
Jika ini terjadi maka tindakan yang umum dilakukan oleh toko adalah mengurangi permintaan hingga stok habis. Masalahnya bagaimana menghabiskan stok jika stok yang lama harganya naik? Untuk kolektor die cast serius seperti saya makin kuat alasan untuk bertahan dengan tomica karena jika tadinya saya memiliki alasan iseng-iseng beli HW dan MB karena selisih harganya 1:2 (1 Tomica 2 HW/MB) dan untuk blister pack kita biasanya membutuhkan minimal 2, satu disimpan satu di buka. Kini alasan itu hilang. Apalagi tidak semua seri koleksi HW dan MB menjadi incaran. Dari sekian banyak koleksi HW dan MB yang laku selalu berkisar di 2-3 merek saja yaitu: VW, Jeep, dan kini sedang trend Datsun (sangat terbatas). Sementara di Tomica untuk VW dan Jeep terbilang rare item dan harganya sudah selangit. Untuk Datsun apa lagi mengingat Datsun adalah merek dagang Nissan di AS saja. Di second Grade Tomica masih memiliki berbagai truk, alat berat, bis, seri limited, limited vintage, gift set, dsb sementara di HW dan MB apa yang ada?
Lalu alasan terkahir yang semakin membuat kenaikan ini makin tidak masuk akal adalah, saat ini bahkan ketika Indonesia sedang akan menghadapi Pemilu Presiden, rate dollar terhadap rupiah sedang turun, artinya rupiah menguat. Sebagai barang impor HW dan MB sudah selayaknya turun bukannya malah naik. Mudah-mudahan distributor HW dan MB segera menyadari hal ini agar tidak bangkrut.
Filed under: Hobi | Leave a Comment
No Responses Yet to “Harga Naik?”